Kajian tabligh akbar oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
Pada Ahad pagi, 24 Jumadal Ula 1436 / 15 Maret 2015, pukul 08:55-12:00 WIB, alhamdulillah dapat terselenggara sebuah tabligh akbar bersama seorang ulama Ahlus Sunnah dari Madinah, seorang guru besar Universitas Islam Madinah sekaligus pengajar tetap di Masjid Nabawi Kota Madinah An-Nabawiyyah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr. Dalam kali kesempatan kedatangan Asy-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr di Indonesia ini membawakan sebuah tema tentang Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebagai penerjemah pada tabligh akbar tahun ini adalah Ustadz Maududi Abdullah. Dan alhamdulillah, sekarang dapat Anda download rekamannya.
Rekaman video: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr – Tabligh Akbar: Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Allah juga berfirman:
Dan oleh karena tauhid ini jugalah, Allah Tabaraka wa Ta’ala mengutus Rasul-RasulNya yang mulia, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang sangat agung, agar kemudian semua ini mengarah kepada maksud penciptaaan Allah Tabaraka wa Ta’ala terhadap seluruh makhluknya. Allah berfirman tentang pengutusan Rasul:
Mari simak dan download rekaman tabligh akbar
yang berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta bersama Syaikh Prof. Dr.
Abdurrazzaq Al-Badr, seorang ulama yang juga putra dari ulama Ahlus Sunnah kenamaan, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr.
Syaikh
Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-'Abbad Al-Badr - Keesaan
Allah Taala- Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah [ 2:35:38 ] Hide Player | Play in Popup | Download (12151)
Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah Ta’ala
menerima amal-ibadah kita atas upaya menyebarkan kebaikan ini ke media
sosial atau berbagi file rekamannya kepada saudara-saudara Muslimin.
Penerjemah: Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
Pada Ahad pagi, 24 Jumadal Ula 1436 / 15 Maret 2015, pukul 08:55-12:00 WIB, alhamdulillah dapat terselenggara sebuah tabligh akbar bersama seorang ulama Ahlus Sunnah dari Madinah, seorang guru besar Universitas Islam Madinah sekaligus pengajar tetap di Masjid Nabawi Kota Madinah An-Nabawiyyah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr. Dalam kali kesempatan kedatangan Asy-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr di Indonesia ini membawakan sebuah tema tentang Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebagai penerjemah pada tabligh akbar tahun ini adalah Ustadz Maududi Abdullah. Dan alhamdulillah, sekarang dapat Anda download rekamannya.
Rekaman video: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr – Tabligh Akbar: Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Daftar Isi [sembunyikan]
- 1 Ringkasan Tabligh Akbar bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq di Masjid Istiqlal: Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
- 2 25 Pelajaran Penting Mentauhidkan Allah
- 3 Dengarkan dan Download Kajian Tabligh Akbar: Syaikh ‘Abdur Razzaq Al-Badr: Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Ringkasan Tabligh Akbar bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq di Masjid Istiqlal: Keesaan Allah Ta’ala, Penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Pembicaraan kita pada pertemuan kita sekarang ini adalah tentang hal yang paling agung di dunia, yang paling suci dan paling besar. Pembicaraan kita adalah tentang Tauhidullah Tabaraka wa Ta’ala, bagaimana kita bisa mengEsakan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa tauhidullah ini adalah orientasi dan maksud penciptaan Allah terhadap langit dan bumi serta terhadap seluruh makhluknya. Dan karena tauhid inilah, Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakan seluruh makhluk, agar kemudian makhluk hidup untuk mempraktekkan dan mengamalkan tauhid ini dalam kehidupan mereka. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: ٥٦)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” (QS Adz-Dzariyah [51]: 56)Allah juga berfirman:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ
الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا
أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ
بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً (الطلاق: ١٢)
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmuNya
benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS Ath-Thalaq [65]: 12)Dan oleh karena tauhid ini jugalah, Allah Tabaraka wa Ta’ala mengutus Rasul-RasulNya yang mulia, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang sangat agung, agar kemudian semua ini mengarah kepada maksud penciptaaan Allah Tabaraka wa Ta’ala terhadap seluruh makhluknya. Allah berfirman tentang pengutusan Rasul:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ … (النحل: ٣٦)
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,” …” (QS
An-Nahl [16]: 36)25 Pelajaran Penting Mentauhidkan Allah
1. Tauhid adalah hal yang paling agung di jagad
raya ini. Tauhid adalah tujuan penciptaan jagad raya dan makhluk
termasuk manusia dan jin oleh Allah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: ٥٦)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” (QS Adz-Dzariyat: 56)
2. Tauhid adalah prinsip dan landasan agama Islam, sebagaimana pohon tidak akan tegak tanpa akar.
3. Tauhid ini adalah agama fitrah. Manusia diciptakan di atas fitrah bertauhid.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ
الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ
الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (الروم:
٣٠)
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS Ar-Rum: 30)
4. Tauhid adalah syarat utama diterimanya semua amal ibadah.
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ (الزمر: ٦٥)
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi)
yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan
hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS
Az-Zumar [39]: 65)
5. Tauhid adalah hak Allah yang wajib ditunaikan
oleh setiap hambaNya. Artinya, kita wajib mengesakan Allah, tidak
menyekutukanNya, serta mengikhlaskan semua perbuatan hanya untuk Allah
dengan melakukan ketaatan pada seluruh sendi kehidupan. Barangsiapa
bertauhid akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barangsiapa
melalaikannya, ia akan merugi di dunia dan akhirat.
6. Begitu agungnya tauhid, sehingga kita harus
lebih mementingkan tauhid dalam kehidupan sehari–hari melebihi urusan
makan dan minum.
7. Kebahagiaan yang hakiki tidak akan ada tanpa
tegaknya tauhid dalam kehidupan sehari–hari. Barangsiapa tidak
mentauhidkan Allah, maka urusannya menjadi sia-sia, hatinya
tercerai-berai, bimbang, dan galau.
… أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (يوسف: ٣٩)
“… Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (QS. Yusuf [12]: 39)
8. Kesyirikan adalah kedzaliman yang paling besar.
9. Allah telah berjanji menjadikan kita sebagai
pemimpin di muka bumi serta mengganti ketakutan dengan keamanan, dengan
syarat kita menegakkan tauhid.
الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ (الأنعام: ٨٢)
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-An’am [6]:
82)
10. Tauhid merupakan amal kebaikan yang paling baik.
11. Tauhid adalah kunci surga, karenanya orang kafir tidak akan masuk surga disebabkan tidak memiliki kuncinya.
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ
عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ
نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ (الأعراف: ٤٠)
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan
menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi
mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga
unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada
orang-orang yang berbuat kejahatan.” (QS Al-A’raf [7]: 40)
12. Tauhid bermakna mengesakan Allah, membuat
Allah satu-satunya dalam Nama dan Sifat-Sifat yang merupakan kekhususan
dan hak Allah, di antaranya satu-satunya pencipta, satu-satunya pemberi
rezeki, satu-satunya pemberi kehidupan, penentu jalannya seluruh
kehidupan, yang menghidupkan dan mematikan, yang memuliakan dan
menghinakan, serta raja dari segala raja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
13. Di antara kekhususan Allah adalah memiliki
Nama-Nama yang Maha Indah serta Sifat-Sifat yang Maha Mulia (Asma’ul
Husna), sehingga kita mengesakan Allah dengan Nama-Nama dan
Sifat-SifatNya yang agung. Salah satunya adalah dengan senantiasa berdoa
dengan menyebut NamaNya terlebih dahulu.
14. Dan di antara hak-hak Allah yang wajib
ditunaikan oleh para hambaNya ialah agar mereka beribadah hanya
kepadaNya dan tidak menyekutuNya dengan sesuatu apapun.
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ … (البينة:٥)
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepadaNya …” (QS. Al-Bayyinah: 5)
15. Dua prinsip kalimat tauhid La ilaha illaLlaah:
– Meniadakan seluruh sesembahan.
– Menetapkan sesembahan yang hak hanya Allah semata.
16. Iman akan sempurna jika menerapkan dua prinsip tersebut.
17. Wajib bagi kita untuk selalu memperbarui tauhid, sehingga terjaga tauhid kita, sesuai dengan yang Allah perintahkan.
18. Hanyalah Islam, agama yang suci dan murni tauhidnya.
19. Tauhid terdiri dari 3 pilar:
(1) Tauhid Rububiyah: keyakinan bahwa Allah yang
mengatur kehidupan, Dia yang menciptakan, menghidupkan dan mematikan,
memberi rezeki, serta mengatur segala urusan manusia.
(2) Tauhid Uluhiyah: keyakinan bahwa hanya Allah-lah ilah yang berhak untuk disembah.
(3) Tauhid Asma’ wa Shifat Allah: meyakini bahwa Allah
memiliki Nama dan Sifat yang Allah tetapkan sesuai dengan keagunganNya
tanpa mengingkari, mengubah, mempertanyakan, atau menyerupakan dengan
makhlukNya.
20. Semua yang kita lakukan, hakikatnya hanya
untuk mendapatkan ridha Allah, jika kita mengharapkan selainnya, niscaya
akan terhapus tauhid dan akan sia-sia amalnya.
21. Barangsiapa yang menyempurnakan tauhid, Allah akan masukkan ke surga tanpa hisab dan adzab.
22. Tauhid memiliki nawaqidh (pembatal tauhid) dan nawaqish (pengurang kesempurnaan tauhid).
23. Menjaga kesempurnaan tauhid dengan manjauhkan dari 3 perkara: (1) Syirik, (2) Bid’ah, dan (3) Maksiat.
24. Hal-hal yang dapat membatalkan tauhid dan membuat seluruh amal sia-sia adalah:
(1) Syirik Akbar: menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal yang merupakan kekhususan Allah.
(2) Kufur Akbar: mendustakan Allah atau sesuatu yang datang dari Allah, mendustakan apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sombong kepada Allah, tidak mau mempelajari agama Allah, ragu terhadap apa yang Allah turunkan kepada manusia.
(3) Nifaq Akbar: orang yang menampakkan keimanan
secara lahir, namun memiliki kekufuran dalam hatinya. Mereka akan
dimasukkan ke dalam neraka paling bawah.
25. Hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan tauhid:
– Syirik kecil, seperti bersumpah dengan nama selain Allah.
– Nifaq kecil, seperti 3 ciri orang munafik jika
berjanji akan ingkar, jika berkata akan dusta, dan jika diberi amanah
akan berkhianat.
– Kufur kecil, seperti mencela nasab.
Tauhid merupakan urusan yang sangat penting,
bahkan lebih penting dari makan dan minum, sehingga setiap kita wajib
menjaga dan memperhatikan kesempurnaan tauhidnya, dengan mempelajari
Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih menurut pemahaman salafush shalih,
di mana di dalamnya terdapat penjelasan tentang tauhid yang sempurna.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk Ahli Tauhid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar